Showing posts with label yayasan panti asuhan. Show all posts
Showing posts with label yayasan panti asuhan. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

Ajak Anak Panti Asuhan Liburan

Berbagi kebahagian pada anak panti asuhan tidak hanya bisa dilakukan dengan cara menyumbang dan menggunjungi mereka saja. Dalam musim liburan ini, Anda bisa mengajak mereka pergi liburan bareng. Ini akan membuat memory yang tidak terlupakan apalagi bila ada fotonya.

Mungkin beberapa orang berpikir bila membawa segelomboran anak panti asuhan berarti akan makan biaya yang hingga puluhan juta. Masalah ini bisa di diselesaikan dengan memilih tempat yang murah sebagai tujuan liburan. Berikut beberapa tempat yang bisa dipilih untuk liburan keluarga dan anak panti asuhan adalah:
ajak anak panti asuhan liburan
  • Pantai ancol yang biaya masuknya kurang lebih 15 ribu per orang. Ada yang bilang gak lama lagi akan gratis.
  • Tugu monas biaya masuknya berkisar antara Rp 1.000 – Rp 2.500, sedangkan biaya menuju puncaknya berkisar antara Rp 3.500 – Rp 7.500.
  • Ragunan merupakan kebun binatang yang memiliki tarif tiket masuk murah yang berkisar antara Rp 3.000 – Rp 4.000. Sedangkan untuk penitipan kendaraan (moto, mobil dan bis) berkisar antara Rp 2.500 – Rp 15.000. Namun perlu ingat untuk wahana dan servis lainnya ada tambahan biaya biarpun murah,  kisaran harga Rp 1.500 – Rp 7.500.
  • Taman Mini Indonesia memiliki tariff masuk Rp 9.000 perorang. Akan ada harga tambahan bila menggunakan kendaraan.

Tentu saja saat Anda mengajak anak  panti asuhan untuk berlibur ke salah satu tempat dari 4 tempat di atas, Anda harus menyediahkan bekal makanan.  Anda bisa pesan atau masak sendiri dengan meminta bantuan teman, saudara dan keluarga. Mendengar maksud baiknya Anda, pastinya mereka bantu. Jangan lupa bawa air minum juga.

Bila anak panti asuhan yang ikut banyak berarti Anda harus menyewa bis. Pilihlah bis yang aman namun harganya sesuai dengan budget. Atau Anda bisa menyewa bis kantor Anda bila kantor Anda menyediahkan bis antar jemput.

Selain memberikan liburan pada anak panti asuhan, Anda juga mengajari anak-anak Anda tentang berbagi kasih dan bersosialisasi. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Salam –hm-

Monday, June 11, 2012

Memulai Sebuah Panti Asuhan Anak


Ketika Anda berpikir untuk membuka sebuah panti asuhan anak namun masalahnya adalah Anda tidak tahu darimana harus memulainya. Anda tidak perlu berkecil hati karena banyak orang yang juga tidak tahu. Hal ini disebabkan sebuah panti bukanlah bisnis melainkan sebuah rumah untuk anak - anak sehingga jarang sekali artikel tentang membuat sebuah panti asuhan anak.

Untuk membantu Anda, berikut langkah - langkah yang bisa dilakukan:
  • Belajar dari panti asuhan anak resmi yang beredar di Indonesia. Lakukan sesi tanya jawab dengan penanggung jawabnya agar mengetahui secara teliti cara memulai sebuah panti. Pastikan tanya dengan baik.
  • Cari tahu peraturan pemerintah dan daerah mengenai panti. Biasanya negara memiliki persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Anda juga bisa meminta bantuan humas pemerintah.
  • Buat perencanan setelah mengetahui dengan pasti cara pengelolahan dan persyaratan panti asuhan anak. Perencanaan pada tempat, bagunan, jasa, pelayanan dan modal yang dibutuhkan.
  • Cari tempat yang cocok digunakan sebagai panti, jangan sembarangan. Tempatnya harus cocok untuk kondisi pertumbuhan anak. Bila bagunannya sudah tidak dimemungkinkan untuk ditinggali, berarti saatnya memanggil konstruksi bangunan.
  • Setelah memperhitungkan modal yang dibutuhkan secara rinci. Cari modal untuk membangun panti asuhan anak dari berbagai sumber. Modal bisa berasal dari uang sendiri, gabungan dengan teman dan saudara atau donasi.
  • Pada saat pengalangan dana, Anda bisa membuka akun bank tersendiri yang berbeda dengan akun bank pribadi.
  • Pulishkan berita tentang panti asuhan anak ini melalui social networking (Fb dan twitter) serta menggunakan iklan di koran untuk pengalangan dana. Hal ini bisa terus dilakukan walaupun panti sudah selesai dibangun.
  • Buatlah peraturan untuk sukarelawan, petugas dan anak-anak. Peraturan ini dibuat untuk menjaga ketertiban dan keberlangsungan panti.
  • Masukan panti Anda yang sudah jadi kedalam daftar panti asuhan anak pemerintah dan lembaga sosial sehingga mereka tahu bahwa mereka bisa merujukan anak-anak ke tempat Anda.

Jangan lupa tanya- tanya dengan para pengurus panti asuhan anak yang ada disekitar Anda karena malu bertanya sesat di jalan. –hm-

Monday, April 9, 2012

Sejarah Panti Asuhan


Panti asuhan adalah tempat penampungan untuk anak yang tidak memiliki orang tua. Selain sebagai tempat tinggal, panti asuhan juga mengkususkan diri untuk mengurus setiap anak –anak yang ada dibawah naungannya. Tentu saja didalam panti, anak –anak tidak hidup sendirian karena ada orang dewasa yang ikut membimbing dan menjaga mereka.

Panti asuhan tersebut merupakan panti yang dikenal sekarang, tapi tahukah Anda tentang asal muasal dan kapan panti asuhan pertama? Untuk menjawab semuanya itu, mari lihat sejarah Panti Asuhan.
Panti asuhan pertama didirikan pada abad ke-1 dengan nama “Orpanotrophia”. Panti ini didirikan oleh sebuah Gereja Katolik.  Plato (Laws, 927) mengatakan bahwa seorang laki – laki seharus memiliki  kasih yang besar untuk anak yatim dan mendidiknya sebagai anak sendiri maka banyak perawatan anak yatim dirujukkan kepada uskup gereja. Hal ini berlangsung sejak Abad pertengahan hingga zaman biara –biara.

Panti asuhan sejak jaman dulu sudah menetapkan bahwa anak – anak yang sudah cukup besar akan melakukan magang di rumah –rumah. hal ini akan mengajarkan mereka untuk berkerja dan tidak bergantung dengan panti asuhan saja alias bisa mandiri nantinya.

Panti Asuhan
Dikarenakan zaman dulu tidak ada sekolah, bila ada pun sangat mahal maka anak – anak yatim diajar oleh para pembina panti. Sedangkan zaman ini, banyak panti yang memberikan kesempatan untuk anak – anak pantinya agar bisa bersekolah. Kebanyakan panti hanya menwajibkan anak yatim bekerja setelah mereka minimal lulus SMA.

“Panti Asuhan bukan hanya tempat menampung saja tetapi juga  sebagai tempat untuk membimbing dan menjaga anak –anak yatim” –hm-